Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, suasana Madrasah dipenuhi semangat yang berbeda dari biasanya. Sejak pukul 11.30, seluruh peserta sudah mulai berada pada Madrasah dengan menunaikan sholat Jumat bersama di madrasah. Kegiatan ini bukan sekadar pembuka perjalanan, melainkan peneguhan bahwa setiap langkah yang akan ditempuh harus berlandaskan iman dan adab. Dengan hati yang tenang dan niat yang lurus, para peserta bersiap menapaki pengalaman belajar di luar ruang kelas yang penuh makna.Usai sholat Jumat di Madrasah dan makan siang dari rumah, seluruh rombongan mempersiapkan pemberangkatan pada pukul 12.30. pada pukul 13.00 para siswa menuju ke armada BUS Zam-zam untuk pemberangkatan menuju destinasi yang kita tuju.Perjalanan menuju Jogja berlangsung penuh antusiasme. Di sepanjang jalan, canda tawa para siswa berpadu dengan rasa penasaran terhadap tempat-tempat yang akan dikunjungi. Kebersamaan yang terjalin di dalam bus menjadi pelajaran tentang arti persaudaraan dan toleransi. Tidak sedikit peserta yang saling berbagi makanan, cerita, dan semangat, menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya tumbuh dari interaksi yang hangat antarmanusia.Sekitar pukul 16.00, rombongan tiba di Breksi sebagai destinasi pertama. Sebelum menikmati keindahannya para siswa melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu kemudian menikmati keindahan tebing breksi yang menjulang menghadirkan kekaguman tersendiri bagi para peserta. Di tempat ini, siswa belajar bahwa alam bukan hanya objek wisata, tetapi juga sumber inspirasi dan bukti kebesaran Allah SWT. Sambil menikmati hidangan makan sore, para peserta mengabadikan momen kebersamaan yang kelak akan menjadi kenangan indah dalam perjalanan masa muda mereka.Menjelang sore, rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya. Perjalanan menjadi semakin meriah ketika rombongan tiba di kawasan Malioboro. Gemerlap lampu kota, suara musisi jalanan, dan ramainya masyarakat menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna. Namun di balik keramaian itu, para siswa belajar tentang kehidupan sosial, ekonomi kreatif, dan budaya masyarakat Jogjakarta yang terkenal ramah. Malioboro seolah menjadi ruang belajar terbuka yang mempertemukan pendidikan dengan realitas kehidupan.Perjalanan malam ditutup dengan kunjungan ke SD Muhammadiyah Pakel sebelum akhirnya peserta beristirahat. Walaupun lelah mulai terasa, semangat para siswa tetap menyala. Mereka menyadari bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter. Tidur singkat malam itu menjadi jeda untuk mempersiapkan diri menyambut petualangan baru keesokan harinya.Sabtu dini hari dimulai dengan sholat tahajud dan sholat subuh berjamaah. Dalam suasana hening menjelang pagi, para peserta diajak merenungkan makna syukur, disiplin, dan kedekatan kepada Allah SWT. Pendidikan spiritual yang diterapkan selama perjalanan memberikan pesan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kekuatan hati dan keteguhan iman.Setelah bersiap diri, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sadranan dan Drini. Hamparan laut biru serta deburan ombak menghadirkan kekaguman yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di tempat ini, para siswa belajar mencintai alam sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan wisata pantai menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, karena di sanalah peserta dapat merasakan kebesaran ciptaan Tuhan secara langsung.Perjalanan “Jelong-jelong to Jogjakarta” akhirnya ditutup dengan perjalanan pulang melalui Madiun dan Nganjuk hingga tiba kembali di madrasah. Meski perjalanan telah usai, pengalaman yang diperoleh akan terus hidup dalam ingatan setiap peserta. Kegiatan ini mengajarkan bahwa belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui perjalanan, kebersamaan, kedisiplinan, dan penghayatan terhadap nilai-nilai kehidupan. Dari Jogjakarta, para siswa pulang membawa cerita, persahabatan, dan semangat baru untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi masa depan.
Zahra Nur Faricha Teacher of MTs ‘Aisyiyah 1 Nganjuk


