Alhamdulillah, pada pagi hari ini Rabu, 6 Mei 2026 saya mendapat amanah untuk menghadiri kegiatan launching perpustakaan digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan Kemenag, sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman yang menuntut kemudahan akses terhadap sumber bacaan secara digital.
Gagasan ini berawal dari sebuah pojok baca sederhana di kantor Kemenag yang kemudian ingin ditingkatkan menjadi ruang literasi yang lebih modern dan mudah diakses. Dalam sambutannya, Ibu Heny selaku Ketua Penggiat Literasi IGMPL Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa gerakan literasi yang telah dirintis sebelumnya kini diarahkan pada pengembangan yang lebih luas dan terstruktur. Melalui perpustakaan digital ini, akan dibangun dua ruang utama, yaitu pusat data buku dari seluruh unsur di bawah Kemenag serta ruang dokumentasi berbagai prestasi dan kegiatan literasi yang telah dilakukan.
Harapan besar juga disampaikan oleh Bapak Sutopo selaku Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Nganjuk, agar perpustakaan digital ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas. Selama ini, kegiatan literasi banyak digerakkan oleh madrasah, padahal Kemenag memiliki beragam unsur yang juga berpotensi untuk berkontribusi. Dengan hadirnya perpustakaan digital, diharapkan seluruh elemen dapat terlibat aktif, memanfaatkan, serta mengembangkan budaya literasi secara bersama. Kehadiran komunitas seperti IGMPL (Ikatan Guru Madrasah Penggiat Literasi) menjadi salah satu langkah nyata yang telah menggerakkan semangat tersebut.Senada dengan itu, Bapak Abdul Rahman selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa transformasi menuju perpustakaan digital merupakan sebuah keharusan di era saat ini. Literasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas berpikir dan kemampuan menyelesaikan masalah. Membaca bukan hanya aktivitas, tetapi investasi jangka panjang yang akan membentuk cara pandang dan kebijaksanaan seseorang. Dalam pandangannya, guru dan kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai penggerak literasi, dan Kemenag hadir untuk mendukung serta memperluas dampaknya melalui penyediaan sarana yang relevan.
Apresiasi juga datang dari kepala perpustakaan daerah Kabupaten Nganjuk yang menyambut baik inisiatif ini. Beliau menyampaikan bahwa perpustakaan daerah telah menyediakan layanan buku digital melalui aplikasi e-Perpuda. Namun demikian, tingkat literasi masyarakat masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kehadiran perpustakaan digital Kemenag diharapkan mampu menjadi penguat sekaligus pelengkap dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari meningkatnya kunjungan dan pemanfaatan layanan perpustakaan digital.
Dalam kesempatan ini, kami turut menyerahkan 14 karya buku hasil tulisan kepala madrasah, guru, dan siswa dari MTs Aisyiyah 1 Nganjuk sebagai bentuk kontribusi nyata dalam gerakan literasi. Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari khazanah literasi digital yang dapat diakses dan memberi manfaat bagi lebih banyak pembaca.Akhirnya, launching perpustakaan digital ini bukan sekadar peresmian sebuah program, tetapi menjadi awal dari langkah panjang dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Semoga semangat ini terus tumbuh, menginspirasi, dan memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat.
Istiqomah R. Azizah
Guru MTs Aisyiyah 1


