LOGO MTS AISYIYAH 1 NGANJUK
LOGO MTS AISYIYAH 1 NGANJUK

MTsAisyiyah1Nganjuk

Berita

Sejarah Lahir Dari Jiwa Pejuang

Bagikan

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email

Bagikan

Belajar Nyaman dan Menyenangkan bersama MTs Aisyiyah 1 Nganjuk

Madrasah Inspirasi
Madrasah Prestasi
Madrasah Inklusi
Mendidik Generasi Tanpa Diskriminasi

Daftar Murid Baru MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, lebih mudah isi link
https://linktr.ee/mtsa1nganjuk

__ SELAMAT HARI SANTRI

“Perjuangan belum selesai Kawan”, pekik pemeran pejuang, di salah satu adegan dalam drama kolosal, di alun-alun Nganjuk, kamis 22 Oktober 2026. Penampilan para santri kemarin, sangat menawan. Alur cerita yang menggambarkan masyarakat atau bangsa Indonesia, begitu damai saat barusan merdeka, tiba-tiba terusk oleh kedatangan tentara sekutu. Mereka yang sedang menjalani kehidupan damai, seketika diporak- porandakan oleh tentara sekutu. Jeritan, tangisan, penderitaan, dan ronta masyarakat Indonesia, terdengar sangat menyayat rasa hati ini. Kekejaman tentara sekutu, membabi-buta menyiksa bangsa penduduk negeri.

Barusan 2 bulan Indonesia menyatakan kemerdekaannya ( 17 Agustus 1945), di bulan Oktober 1945, sekutu ingin menguasai bangsa ini. Mereka dengan berbagai persenjataan terbaiknya, mendarat di Indonesia. Penjajah tak rela Indonesia Merdeka. Kesempatan untuk dapat menindas bangsa Indonesia, terulang lagi. Namun Bangsa Indonesia, telah sadar akan kondisi demikian. Para pejuang yang dimotori para pemimpin bangsa, para Yai dan para santri, siap membela Indonesia, tetap merdeka. Pekik Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, penanda jihad dan perang melawan penjajah di mulai.

Para santri, yang membahur dan membesarkan hati pendidik negeri, membangkitkan semangat melawan tentara sekutu. Berbagai senjata tajam, yang dimiliki, sebagai alat membela diri, dan memukul mundur tentara sekutu. Korban berjatuhan. Luka tidak dirasakan. Semangat berjuang mengusir sekutu dari bumi Pertiwi, menutup luka menganga di sekujur tubuhnya.

Cerita heroik di atas menggambarkan drama kolosal di alun-alun Nganjuk, kemarin Kamis, 22 Oktober 2026. Sebuah karya seni, yang sukses menghipnotis seluruh peserta upacara Hari Santri Nasional, alun-alun Nganjuk. Aura semangat perjuangan, merasuk pada seluruh peserta upacara. Sebagai bukti, bahwa masih ada jiwa pejuang dan patriotik, pada diri bangsa ini.

Pekik Merdeka …merdeka…merdeka, dari Kang Marhein ( Bapak Marhein Djunaidi) Bupati Nganjuk, disambut pekik berulang-ulang oleh seluruh peserta upacara. Sangat emosional, Hidmat, dan semangat, suasana upacara Hari Santri Nasional, di Nganjuk tahun ini. Kang Marhein, bertindak sebagai pembina upacara. Beliau juga mengingatkan kembali kepada seluruh peserta upacara tentang menghargai jasa para Pahlawan. ” Kita sebagai generasi penerus bangsa, harus pandai menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan”, pesannya. “Kita harus mampu meneruskan perjuangan para pahlawan, dengan mengisi kemerdekaan ini”, tambahnya.

Kami sangat bahagia, bangga, dan haru, di kesempatan Hari Santri Nasional ini. Civitas MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, total mendukung agenda peringatan Hari Santri Nasional, saat ini. Seluruh murid berperan dalam upacara Hari Santri Nasional. Para santri dan guru Madrasah tercinta, ambil bagian dalam Drama kolosal yang sangat dinikmati ini. Suatu kesempatan yang langka, bagi kami. Mewakili nama besar persyarikatan, berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat Nganjuk, berhidmat memperingati Hari Santri Nasional.

Para murid nampak bersemangat, mengikuti dan memerankan diri, pada drama kolosal. Mereka telah berlatih hampir 1 bulan. Dengan bimbingan dari tim panitia kabupaten Nganjuk. Sebanyak 50 santri MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, terlibat langsung dalam berbagai peran di drama kolosal, pada peringatan Hari Santri Nasional. Pengalaman yang sangat berharga bagi para murid MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, tentunya. Kesempatan yang pasti tidak kami sia-siakan.

Semoga terus tumbuh nilai-nilai patriotisme, pada diri generasi penerus bangsa, khususnya para murid MTs Aisyiyah 1 Nganjuk. Sejalan dengan visi MTs Aisyiyah 1 Nganjuk, yang tergerak mewujudkan generasi yang berperadaban mulia. Pejuang negeri, harus dibimbing, dibina, dan dibentuk salah satunya dalam proses mendidik di madrasah tercinta.

Kami sampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Nganjuk, panitia Hari Santri Nasional, para pelatih khususnya Saudaraku KH M Luqman, para guru tercinta, stake holder madrasah, dan semua yang telah terlibat serta mendukung kami. Semoga semua kebaikan Bapak, Ibu, dan Saudara semua, diterima sebagai amal baik dijadapanNya. Aamiin…
Mohon maaaf atas hal yang kurang berkenan. (arnasmtsaisyiyah)

Info Sekolah

MTs Aisyiyah 1 Nganjuk

Kesungguhan, Berbudi Mulia, Sukses Bersama. Terwujudnya generasi muslim yang berperadaban mulia

Berita Terbaru