Hari kedua di MBS 1 Tulungagung kami awali lebih dini. Pukul 03.00 dini hari, para santri sudah bersiap untuk sahur bersama. Dalam suasana yang masih gelap dan tenang, kami menikmati hidangan sahur dengan penuh rasa syukur. Setelah itu, kami bersiap menunaikan shalat subuh.
Pagi itu hujan turun tanpa henti. Rintiknya yang lembut menemani langkah kami menuju mushollah ma’had, tempat shalat subuh dilaksanakan. Udara terasa sejuk dan suasana ibadah menjadi semakin khusyuk. Seusai shalat, kami melanjutkan dengan dzikir pagi dan tadarus Al-Qur’an, memulai hari dengan lantunan ayat-ayat suci yang menenangkan hati.
Setelahnya, ada waktu sejenak untuk beristirahat dan membersihkan diri. Tepat pukul 08.00, kegiatan Pondok Ramadan dimulai. Materi hari ini adalah *Implementasi Patriotisme Cinta Tanah Air dalam Ukhuwah Islamiyah dan Thaharah*. Untuk materi pertama, siswa putra dan putri bergabung di Aula Kampus 2. Kebersamaan dalam satu majelis ilmu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh semangat belajar.
Memasuki materi thaharah, santri putra kembali ke Kampus 1, sementara siswa putri tetap di tempat. Dalam sesi ini, anak-anak bergabung dengan santri setempat untuk mempraktikkan wudhu dan tayamum. Pembelajaran terasa hidup karena tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan dengan bimbingan ustadz dan ustadzah. Kebersamaan ini semakin mempererat ukhuwah di antara kami.
Waktu dzuhur pun tiba. Kami bersiap menunaikan shalat dzuhur berjamaah. Setelah itu, ada waktu istirahat hingga menjelang ashar. Seusai shalat ashar, kami mendapatkan kesempatan satu jam untuk keluar membeli takjil. Alhamdulillah, kali ini kami berjalan kaki bersama menyusuri jalan sekitar pondok. Momen sederhana itu terasa menyenangkan—berjalan bersama, memilih jajanan, dan bercanda ringan dalam kebersamaan.
Pukul 17.00 kami kembali berkumpul di teras lantai satu untuk melantunkan dzikir petang dan tadarus. Berbeda dengan pagi tadi, sore ini hujan telah reda. Suasana terasa lebih cerah, sehingga kami bisa berjalan dan mengantre takjil dengan nyaman. Hari ini kami mendapatkan es dan pukis sebagai menu berbuka. Bahkan, kami juga memperoleh tambahan jajanan dari mbak-mbak pondok, sehingga berbuka puasa terasa semakin istimewa dan melimpah.
Adzan magrib pun berkumandang. Alhamdulillah, kami dapat berbuka dalam keadaan berkecukupan. Rasa syukur memenuhi hati kami. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah, makan malam, shalat isya, tarawih, halaqah, serta tadarus hingga menjelang waktu istirahat.
Hari kedua ini mengajarkan kami bahwa kebersamaan dalam menuntut ilmu dan beribadah adalah nikmat yang luar biasa. Di tengah rintik hujan maupun cerahnya sore, setiap detik yang kami lalui menjadi bagian dari proses hijrah—belajar memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, dan menanamkan cinta kepada agama serta tanah air.
Semoga langkah kecil di hari kedua ini semakin mengokohkan niat dan hati kami dalam perjalanan Hijrah Ramadhan.
Tulungagung, 23 Februari 2026


