Hari ketiga kegiatan Hira secara garis besar masih sama dengan hari sebelumnya, namun ada tambahan kegiatan istimewa di pagi hari. Alhamdulillah, pagi ini cuaca cerah. Setelah sahur dan persiapan, kami melaksanakan shalat subuh di masjid sekitar MBS 1 Tulungagung. Kami berjalan beriringan menuju masjid dengan langkah yang cukup cepat agar tidak terlambat, karena jaraknya lumayan jauh dari pondok.
Sesampainya di masjid, suasana sudah penuh oleh jamaah. Meski demikian, kami tetap mendapatkan tempat, walaupun berada di saf paling belakang. Tidak mengurangi kekhusyukan, justru menambah rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk berjamaah bersama masyarakat sekitar.
Setelah shalat subuh, kami mengikuti kajian Kitab Jurumiyah yang disampaikan oleh Ustadz Syaifudin, S.Ag. Dalam kajian tersebut dibahas tentang pembagian kalimah dalam bahasa Arab. Bagi kami, ini menjadi pengalaman baru karena menggunakan kitab gundul tanpa harakat. Tantangan tersendiri, tetapi juga menambah semangat untuk belajar lebih tekun dan teliti dalam memahami ilmu nahwu dasar.
Kajian selesai, kami kembali berbondong-bondong menuju pondok. Santri putri melanjutkan kegiatan dzikir pagi, sementara peserta Hira putra dikumpulkan untuk melaksanakan apel pagi sekaligus refleksi kegiatan selama beberapa hari terakhir. Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat dan penuh kegembiraan. Banyak cerita seru yang sudah mereka kumpulkan selama mengikuti kegiatan Hira ini—cerita tentang kebersamaan, tantangan, dan pengalaman baru di lingkungan pondok.
Pukul 08.00 kegiatan Pondok Ramadan kembali dimulai. Kali ini santri putri berada di Aula Kampus 2, sedangkan santri putra di Kampus 1. Walaupun terpisah tempat, materi yang disampaikan tetap sama, yaitu tentang shalat dan keutamaan shaum. Sebelum acara di pondok putri dimulai, rombongan dari MTs Aisyiyah dipersilakan untuk memperkenalkan diri di depan forum. Alhamdulillah, semua berani tampil dan berbicara dengan percaya diri.
Acara pun berlanjut. Meski rasa kantuk sesekali datang, anak-anak tetap berusaha fokus menyimak materi yang disampaikan. Semangat untuk belajar dan memperbaiki ibadah terus ditanamkan dalam hati masing-masing.
Seperti hari-hari sebelumnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan halaqah. Dalam lingkaran kecil itu, kami kembali menyimak, memperbaiki bacaan, dan menguatkan hafalan. Hari ketiga ini mengajarkan bahwa setiap langkah—bahkan langkah cepat menuju masjid di pagi hari—adalah bagian dari proses hijrah. Hijrah untuk lebih disiplin, lebih berani, dan lebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Semoga semangat hari ketiga ini terus terjaga hingga akhir perjalanan Hira Ramadhan.
Tulungagung, 24 Februari 2026


